Dialog Pemangku Kepentingan

Pembiayaan Campuran untuk Energi Baru Terbarukan

Pada 3 Desember 2025, Sustainable Banking Hub (SBH) menyelenggarakan Dialog Pemangku Kepentingan mengenai peran pembiayaan campuran dalam mempercepat investasi energi terbarukan di Indonesia.

Sekelompok profesional berpose untuk foto di ruang konferensi modern.

Dialog ini menyoroti bahwa meskipun ambisi energi terbarukan Indonesia terus berkembang, pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Pembiayaan campuran (blended finance) muncul sebagai instrumen penting untuk menjembatani kesenjangan ini dengan menggabungkan modal publik, swasta, dan konsesional guna mengurangi risiko dan meningkatkan kelayakan pembiayaan proyek.

Wawasan Utama

Pembiayaan campuran sebagai katalis investasi

Para peserta menekankan peran pembiayaan campuran (blended finance) dalam mengurangi risiko proyek, menurunkan biaya modal, dan menarik lebih banyak investasi swasta. Instrumen seperti pinjaman konsesional, penjaminan, dan bantuan teknis diidentifikasi sebagai faktor kunci untuk mendukung pengembangan dan pembiayaan proyek.

Mengatasi tantangan struktural dalam pembiayaan energi terbarukan

Diskusi ini juga menyoroti tantangan yang terus berlanjut, termasuk terbatasnya pipeline proyek, tingginya biaya transaksi, kendala regulasi, serta persepsi risiko dalam proyek energi terbarukan. Hambatan-hambatan ini terus membatasi partisipasi baik dari investor domestik maupun internasional.

Pentingnya persiapan proyek dan pengembangan pipeline

Rangkaian proyek layak investasi yang kuat diidentifikasi sebagai prasyarat penting untuk meningkatkan skala pembiayaan campuran. Para pemangku kepentingan menyoroti perlunya peningkatan penyiapan proyek, dukungan pada tahap awal, serta koordinasi yang lebih baik antar lembaga untuk memastikan kesiapan investasi.

Seorang pria mempresentasikan sebuah slide berjudul "Kesenjangan antara Energi Terbarukan dan Investasi Bahan Bakar Fosil" kepada para hadirin di sebuah ruang konferensi.
Seorang perempuan mempresentasikan "Blended Finance Archetypes in Indonesia" kepada para peserta di sebuah ruang rapat.
Seorang pria dari PT. SMI berbicara ke mikrofon dan berisyarat di sebuah meja rapat, dengan peserta lain serta lambang pemerintah di latar belakang.
Seorang perempuan berhijab mempresentasikan bagan berjudul "Siapa Melakukan Apa dalam Pembiayaan Campuran?" kepada para hadirin.
Seorang pria berbaju bermotif dan berkacamata berbicara ke mikrofon di meja rapat bersama peserta lainnya.
Seorang pria berbaju motif berbicara ke mikrofon sambil berisyarat, duduk di meja konferensi bersama peserta lainnya.
Seorang pria berkacamata dengan kemeja biru berbicara ke mikrofon dalam sebuah rapat pemerintah Indonesia.
Seorang pria berbaju motif berbicara ke mikrofon dan berisyarat dalam sebuah rapat, sementara beberapa orang lainnya mendengarkan.

Langka ke Depan

Dialog Pemangku Kepentingan SBH menegaskan kembali bahwa pembiayaan campuran (blended finance) dapat memainkan peran penting dalam membuka investasi energi terbarukan di Indonesia. Kolaborasi yang berkelanjutan, keselarasan kebijakan, dan instrumen keuangan yang terarah akan sangat penting ke depannya untuk memperluas solusi dan mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Acara

Acara lainnya

Temukan lebih banyak konferensi, lokakarya, dan pertemuan dari seluruh hub.

Lihat Acara kami